グロジョブ
📑 Visa & Hukum

Pekerjaan yang Bisa & Tidak Bisa Dilakukan dengan Visa Gijinkoku

Makna sebenarnya dari "tidak boleh kerja kasar" — yang menentukan adalah isi pekerjaan, bukan jenis industrinya

📖 Baca 9 menit📅 2026-08-31
Pekerjaan yang Bisa & Tidak Bisa Dilakukan dengan Visa Gijinkoku

"Dengan visa ini kamu tidak boleh kerja di lini produksi pabrik," kata mereka, dan kepalaku langsung kacau. Padahal senior yang bekerja di pabrik yang sama punya visa yang sama persis——.

Raj (27) dari Bengaluru, India, belajar teknik mesin di universitas dan bekerja di sebuah perusahaan manufaktur Jepang dengan status kependudukan Gijinkoku (Teknik / Pengetahuan Humaniora / Layanan Internasional). Ia ditempatkan di divisi desain. Tapi di masa kekurangan tenaga, atasannya berkata, "Untuk sementara, bantu juga pekerjaan di lini produksi ya."

Saat itu, seorang kenalannya yang berprofesi sebagai gyoseishoshi (ahli administrasi hukum) khawatir dan berkata, "Gijinkoku itu visa yang tidak mengizinkan pekerjaan kasar. Kalau kamu terus disuruh kerja di lini, bisa jadi masalah saat perpanjangan visa berikutnya."

Raj bingung. Lalu kenapa senior pemegang visa Gijinkoku di perusahaan yang sama menjalani pelatihan di lapangan tepat setelah masuk kerja? Apakah karena "ini manufaktur jadi tidak boleh," atau ini soal "isi pekerjaannya"——?

Sebenarnya, di sinilah letak kesalahpahaman besar. Gijinkoku tidak menarik garis berdasarkan "jenis industri". Yang dinilai adalah "isi pekerjaan yang dilakukan orang tersebut". Di manufaktur yang sama, desain atau pemrograman boleh, tapi sekadar kerja lini produksi yang sederhana tidak boleh. Namun, pengalaman lapangan sebagai pelatihan sementara di awal masuk kerja diperbolehkan, asalkan karyawan Jepang pun mengalami hal yang sama.

Di mana letak batas antara "pekerjaan yang bisa" dan "yang tidak bisa"? Kami merangkumnya secara akurat dalam format FAQ, berdasarkan pedoman Badan Layanan Imigrasi.

Gijinkoku adalah status kependudukan untuk "pekerjaan yang menggunakan pengetahuan dan keterampilan profesional". Yang penting: ini tidak ditentukan secara seragam oleh jenis industri (manufaktur, restoran, dan sebagainya), melainkan dinilai dari "apa pekerjaan yang sebenarnya kamu lakukan". Mari kita lihat pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q.
Pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan dengan Gijinkoku?
A.
Secara garis besar, ada tiga bidang pekerjaan. ① "Teknik" = pekerjaan yang menggunakan pengetahuan ilmu pengetahuan alam seperti sains dan teknik (insinyur IT, desain, pengembangan teknologi, dll). ② "Pengetahuan Humaniora" = pekerjaan yang menggunakan pengetahuan ilmu humaniora seperti hukum, ekonomi, dan manajemen (perencanaan, penjualan, akuntansi, pemasaran, dll). ③ "Layanan Internasional" = pekerjaan yang menggunakan pola pikir dan kepekaan berdasarkan budaya asing (penerjemah, juru bahasa, pengajaran bahasa, perdagangan luar negeri, desain, dll). Kesamaannya adalah semuanya merupakan "pekerjaan yang membutuhkan kemampuan profesional di atas tingkat tertentu".
Q.
Saya sering mendengar "tidak boleh kerja kasar". Benarkah?
A.
Benar. Gijinkoku mensyaratkan "kegiatan yang membutuhkan kemampuan profesional di atas tingkat tertentu, dengan latar belakang dasar akademis". Pekerjaan yang di iklan lowongan ditulis "tanpa pengalaman, cepat terbiasa", pekerjaan yang umumnya dilakukan karyawan Jepang tanpa keterampilan atau pengetahuan khusus, dan pekerjaan yang bisa dikuasai dengan pelatihan berulang (kerja lini produksi sederhana, kebersihan, sekadar melayani pelanggan, dll), pada prinsipnya tidak termasuk. Namun——yang penting, ini ditentukan oleh "isi pekerjaan", bukan "jenis industri".
Q.
Kalau industrinya "manufaktur" atau "restoran", apakah tidak bisa kerja dengan Gijinkoku?
A.
Tidak, ini tidak ditentukan secara seragam oleh jenis industri. Yang dinilai adalah "isi pekerjaan yang sebenarnya kamu lakukan". Misalnya di manufaktur sekalipun, desain, pemrograman, atau pengembangan teknologi boleh dengan Gijinkoku. Di industri restoran pun, pekerjaan kantor pusat seperti perencanaan toko, humas, atau yang disertai penerjemahan boleh. Sebaliknya, dalam industri yang sama, pekerjaan yang hanya berupa kerja lini produksi sederhana, hanya memasak, atau hanya melayani pelanggan, berada di luar cakupan Gijinkoku. Bukan garis sederhana "karena manufaktur jadi tidak boleh" atau "karena restoran jadi tidak boleh", melainkan dilihat dari apakah pekerjaan itu memiliki keahlian profesional.
Q.
Tepat setelah masuk kerja, saya disuruh pelatihan di lapangan. Apakah ini pelanggaran?
A.
Tidak bisa langsung disebut pelanggaran. Dalam pedoman Badan Layanan Imigrasi, melakukan pekerjaan lapangan secara sementara sebagai bagian dari pelatihan di awal masuk kerja (melayani pelanggan di restoran, penjualan di toko, kerja lini produksi pabrik, dll) bisa diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Syaratnya: ① karyawan Jepang lulusan universitas pun menjalani pelatihan serupa, ② pelatihan itu tidak berlangsung selama hampir seluruh masa izin tinggal. Selain itu, jika pelatihan lapangan berlanjut melebihi 1 tahun sejak diterima kerja, kamu akan diminta menyerahkan rencana pelatihan. Kalau "hanya orang asing" yang terus-menerus disuruh kerja lapangan, itu bisa jadi masalah, jadi periksalah bila berlangsung terlalu lama.
Q.
Apakah tidak apa-apa jika jurusan kuliah berbeda dengan isi pekerjaan?
A.
Untuk "Teknik" dan "Pengetahuan Humaniora", diperlukan keterkaitan antara jurusan yang dipelajari di universitas dan isi pekerjaan. Namun, untuk lulusan universitas, keterkaitan ini dinilai relatif fleksibel. Sebaliknya, untuk lulusan sekolah kejuruan Jepang (senmonshi), diperlukan keterkaitan "yang cukup erat" antara jurusan dan pekerjaan, dan dinilai lebih ketat. Untuk "Layanan Internasional" (penerjemah, juru bahasa, dll), penilaiannya berdasarkan pengalaman kerja, bukan jurusan. Jika jurusan dan pekerjaan terlalu jauh berbeda, lebih mudah ditolak, jadi berhati-hatilah terutama saat berpindah kerja dan pekerjaanmu berubah.
Q.
Apakah Gijinkoku bisa diperoleh dengan pengalaman kerja meski tanpa gelar pendidikan?
A.
Bisa dalam kondisi tertentu. Untuk "Teknik" dan "Pengetahuan Humaniora", meski tanpa riwayat pendidikan seperti lulusan universitas, kamu bisa diakui jika memiliki pengalaman kerja 10 tahun atau lebih yang berkaitan dengan pekerjaan itu (masa belajar mata pelajaran terkait di universitas dan sejenisnya juga bisa dihitung). Untuk "Layanan Internasional", diperlukan pengalaman kerja 3 tahun atau lebih. Namun, jika seseorang yang lulus universitas mengambil pekerjaan penerjemahan, juru bahasa, atau pengajaran bahasa, ia bisa diakui meski tanpa pengalaman kerja.
Q.
Apa yang harus diperhatikan saat berpindah kerja dan isi pekerjaan berubah?
A.
Jika hanya berubah ke pekerjaan yang masih dalam cakupan yang diakui Gijinkoku, perubahan status kependudukan tidak diperlukan. Namun, kalau kamu ragu apakah pekerjaan baru itu benar-benar bisa dilakukan dengan status kependudukanmu saat ini, ada baiknya memperoleh "Surat Keterangan Kelayakan Kerja" (Shuro Shikaku Shomeisho) untuk ketenangan. Ini adalah "dokumen yang membuktikan dari imigrasi bahwa kamu bisa melakukan pekerjaan itu". Sifatnya tidak wajib, tetapi menjadi sarana konfirmasi bagi tempat kerja baru maupun dirimu sendiri. Selain itu, mulai April 2026, jika kamu mengambil pekerjaan yang "terutama menggunakan kemampuan bahasa" seperti penerjemahan, juru bahasa, atau melayani pelanggan, kamu diminta menyerahkan dokumen yang membuktikan kemampuan bahasa Jepang dan sejenisnya.
🤝 Tempat mendapat bantuan (gratis, multibahasa, anonim OK)
Pusat Informasi Umum Warga Asing (Badan Layanan Imigrasi)
Kamu bisa berkonsultasi dalam berbagai bahasa soal cakupan pekerjaan yang diizinkan status kependudukanmu, perpindahan kerja, dan Surat Keterangan Kelayakan Kerja.
🌐 Inggris, Cina, Korea, Spanyol, Portugis, dan berbagai bahasa lainnya ⏰ Hari kerja 8:30–17:15
📝 Konsultasi via web
📞 0570-013904

💬 Ada pertanyaan soal artikel ini? Tanya AI

Tanyakan "bagaimana dengan kasus saya?" dalam bahasamu. Gratis, tanpa daftar.

Tanya AI

🔍 Cari kerja? GloJob siap membantu

Banyak lowongan untuk pekerja asing, bisa dicari dalam bahasamu. Daftar gratis untuk melamar, menyimpan lowongan, dan membuat email lamaran otomatis.